Informasi Seputar Harga Beras Topi Koki dan Sejarah Panjang Kualitasnya

Harga beras topi koki sesuai dengan kualitasnya. Beras topi koki sudah dipercaya akan kualitasnya. Merek beras ini hingga merajai pasar di Indonesia. Bahkan sekarang ini sudah beredar di berbagai pasar modern.


Kesuksesan Beras Topi Koki Berawal dari Pedagang Kecil
Perusahaan pemilik beras topi koki sekarang ini adalah PT Buyung Poetra. Beras topi koki tidak secara langsung berdiri menguasai pasar Indonesia seperti saat ini. Pada awalnya pemilik berdagang di sebuah toko warisan keluarga secara turun temurun.

Toko tersebut berada di Palembang yang diberi nama sebagai Bujung. Nama toko tersebut diambil dari nama pemiliknya. Toko tersebut beroperasi mulai tahun 1977. Toko ini merupakan mata pencaharian keluarga, hingga suatu ketika diwariskan pada generasi kedua.

Seiring berjalannya waktu toko ini berkembang menghasilkan profit yang semakin tinggi. Hingga pada akhirnya mengembangkan sayap bisnis membuka toko barunya di luar kampung halamannya, yakni berada di daerah Cipinang.

Seluk beluk mengenai beras pun telah dikuasai keluarga ini secara mumpuni. Perkembangan toko mulai terjadi ketika dipegang oleh generasi keduanya. Pada awalnya si pewaris toko tersebut berpikiran bahwa berdagang beras hanya mendapatkan profit yang tidaklah banyak. Pada masa itu keuntungannya hanya memperoleh 100 rupiah saja untuk per kilogram.

Dari pemikiran tersebutlah, si pewaris berpikir inovasi untuk mengolah kembali beras demi memperbaiki kualitas. Menurutnya seharusnya masyarakat mendapatkan beras yang berkualitas tanpa adanya kerikil sedikitpun.

Demi mencapai kualitas beras yang lebih baik si generasi penerus tersebut mengorbankan modal untuk membeli mesin giling, pemisah menir, dan stoner. Bahkan, mesin pemisah warna juga dibeli. Kesuksesan dari brand beras ini juga didorong dengan pengetahuan dan strategi yang tepat tentunya.

Pewaris memiliki ilmu yang mumpuni dalam bidang investasi saham. Sejak tahun 1996, pewaris gemar sekali berinvestasi saham. Ketika tahun 2015, perusahaan ini mampu menawarkan saham sebesar Rp400 hingga 500 perak per lembarnya. Bahkan, hanya dalam waktu 2 tahun harga saham perusahaan ini naik 2 kali lipatnya. Tahun 2018 saham perusahaan ini sudah dibanderol hingga Rp900 perak per lembarnya.

Walau Tak Memiliki Sawah, Harga Beras Topi Koki Merajai Pasar
Mungkin tidak disangka jika merek beras berkualitas ini tidak memiliki sawah sendiri. Padahal merek tersebut ini produsen beras. Mungkin bagi pembaca juga heran akan hal ini. Ternyata brand beras tersebut membeli dari berbagai daerah yang kemudian diolah ulang seperti halnya inovasi pada kala itu.

Terdapat 5 provinsi yang yang bekerjasama dengan perusahaan brand beras topi koki diantaranya, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan. Brand ini ternyata juga memiliki standar tertentu dalam memilih beras suatu daerah yakni harus yang berasal dari dataran tinggi.

Jika telah mendapatkan beras tersebut, kemudian diolah kembali dengan berbagai mesin untuk mendapatkan kualitas yang terbaik. Produk yang dihasilkan tersebut diperdagangkan dengan brand terkenal yang dinamakan Topi Koki.

Perusahaan tersebut juga semakin berkembang, hingga dalam pengolahannya berkapasitas 259 ribu ton pada tahun 2015 silam. Walaupun tidak memiliki sawah PT Buyung Poetra Sembada ini mulai gencar mengembangkan pemasaran produknya ke pasar-pasar modern sejak tahun 2005. Pihak perusahaan merasa kurang puas jika pemasarannya hanya sebatas cakupan pasar tradisional saja. Harga beras topi koki ini per 5 kilogram dibanderol mencapai Rp65.000 hingga Rp70.000.

Harga beras topi koki ini tidak akan membuat kecewa konsumen, pasalnya memberikan kualitas yang terbaik. Kualitas beras tampak dari aroma dan kondisi berasnya. Beras yang tidak ditemukan adanya kutu, kerikil rasanya akan lebih enak. Selain itu, ketika beras ini diremas, tidak mudah rapuh yang menandakan akan kualitasnya.